Cerita, 08 Agustus 2015

08 Agustus 2015, hari ini rencananya saya akan pergi ke acara dosen saya di Unpad DU. Seperti biasa, saya akan di jemput oleh supir pribadi saya *ehehemaaf yang saya sangat titik-titik.
Karena acara tersebut sore hari maka saya pun berniat untuk jalan-jalan terlebih dahulu. Namun, rencana tinggal wacana saya tidak jadi pergi karena ternyata Bandung saat itu macetnya begitu luar biasa. Akhirnya kami pun memutar arah berlawanan dari Bandung menuju Garut.

Ya, karena kebetulan saya ingin ke Garut salah satunya Candi Cangkuang. Kami pum siap meluncur hehee
Disana, tentu saja kami foto-foto *karena memang hobi kami hunting* ikut nimbrung sama keluarga orang lain biar bisa disebut bahagia juga. Hihii

Magrib kami sudah di Jatinangor kembali, namun ada cerita yg ingin aku sampaikan sekarang.

Sekarang ini kami sedang menunggu martabak dan kemudian bertemu dengan anak jalanan, baju lusuh dengan karung goni di belakangnya melihat di balik kaca martabak yg di bolak-balik dalam adonanya. Miris sekligus teriris.


Orang tua mereka kemana ? Apa mereka menikmati masa kecilnya ?
Laki-laki di depanku pun bertanya(Ar)
"Siapa yang harus disalahkan ? Pemerintah atau rakyat ?"
Aku tak bisa menjawab.
Kami diam.
Melihat sesosok gadis kecil manis berkerudung hitam dan dua anak laki-laki lusuh yang sempat kutanya kemana ibu mereka.

"Ibu sedang merawat ade di rumah"
"Asli Jatinangor ?"
"Bukan kak, kami dari *tidak bisa disebutkan"

Aku terdiam. Mereka kembali melihat martabak di balik kaca.
Mereka pun berlalu, entah kemana. Mungkin sejarang sedang berperang dengan dengan yg telah merenggut keceriaan dan kebahagiaan mereka.

Semoga rezeki ada pada kalian, dan orang tua kalian lebih tersadar. Kembalilah pada ceria yg kalian inginkan. Ayo ciptakan kembali masa indahmu.

Ingin saya bicara seperti itu, namun mereka pergi. Tak sempat. Miris dan teriris.

Rahmia Khoerunnisa