Cerita menuju magrib

 Menuju semester lima. Empat semester lagi dan nanti sarjana. Bahagia, tentu. Tapi, terkadang malu terhadap diri sendiri selalu ada. Sampai sekarang, diri selalu bertanya. Sudah dapat apa ? Akan menjadi apa ? Bagaimana selanjutnya ? Manfaatkah hidupku ini ? Entahlah, jika mereka bilang jalani saja, mengalir seperti air. Bah, bagiku itu hanya seperti bentuk kemenyerahan diri belaka. Tanpa apa yang kita lakukan hari ini, lima menit selanjutnya adalah hasil dari kita yang sekarang. Bukan karena waktu dengan kita yang sebagai mestinya. Jika airmu penuh batu, akankah kau terus-terus saja mengalir ? Diam, tak bergerak ? Ya Tuhan, aku tau kau tak akan membuang sifat malasku ini jika bukan aku yang memeranginya sediri.

Rahmia Khoerunnisa