IPA TIGA SMAN22

IPA 3 Generasi Pertama SMA 22 Garut

            Rindu SMA, tentu akan selalu begitu apalagi jika aku sudah membuka sebuah buku bersampul Naruto yang memang ia adalah coretan-coretan semua kisah kami ketika SMA. Disana tersimpan sekali tulisan yang menggambarkan kisah selama SMA kami, dari mulai tulisan yang berjudul “My Biodata” yang ditulis dikertas binder bergambar dan berwarna, ditulis nama lengkap sampai makanan,aktris, dan warna favorit, garis-garis hitungan menguap saat pelajaran fisika berlangsung yang selalu saja aku yang jadi juara menguap ketika pelajaran fisika berlangsung, tanggal moment-moment kita, hitungan untuk usia dan tahun menikah pun kita tulis, impian dan cita-cita yang kita akhiri dengan tanda tangan terbaik kita, gambar-gambar abstrak yang katanya itu adalah kita,lirik lagu korea plus terjemahanya, sampai tisu beringus dan tisu habis menangis pun tersimpan di buku binder tebal itu. Tapi, catatan pelajaran pun ada ko, ya walau keselip 2 atau 3 lembar. hehee.. kebanyakan sih percakapan kita yang kita tulis, ketika Guru sedang menerangkan dan saat itu keadaan jenuh dan ngantuk berat terkadang kita suka saling “smsan”, maksud smsan itu kita smsan lewat kertas yang nantinya dikertas itu berisi percakapan kita dalam hati. Dari mulai ngomongin suasana kelas, kapan pulang, kehausan, lapar, pengen istirahat, jajan gehu di warung Bi Umi, sampai ngomongin teman sekelas pun kita tulis. Sstttt -____-
            Ketika aku sedang menolis blog ini, buku yang ku maksud ada disebelahku, tanpa sengaja dan dengan jalanya sendiri ia semakin mengingatkanku pada sahabat-sahabatku yang sekarang sudah memiliki jalan hidupnya masing-masing. Ada yang sama sepertiku, mengejar impianya, ada yang sudah berumah tangga, atau ada juga yang sudah mencari uang. Semua berjalan dengan ketentuan-Nya yang sudah mereka tentukan dengan pilihan-pilihanya sendiri.
HARI ITU, Kamis 27 September 2012.
Ingatkah kalian, kita menulis harapan kita setelah lulus SMA yang kita akhiri dengan kalimat “Lahaula walakuata illabilahi alliyiladzim, Aamiin aamiin aamiin dan aamiin”
Saat itu kita begitu bersemangat menulis impian kita, dan tahukah kalian aku tersenyum (sedikit terharu) ketika aku melihat kertas dengan tulisan yang kumaksud. Dan untuk kesekian kalinya, aku percaya bahwa adanya kekuatan dalam menulis. Ingatkah ? bahwa harapan kita ternyata terwujud, walau tidak semuanya tapi aku yakin kalian yang belum mendapatkan harapan itu akan mendapatkan rencana yang jauh lebih baik yang Allah berikan. Aamiin
            Ahhhh,aku rindu kalian. Sungguh, aku benci jika kita bertemu kalian menjadi menyebalkan dan gengsi untuk berbagi cerita pengalaman kalian. Aku ingin tau kisah kalian semua, perjuangan kalian setelah lulus SMA. Kalian tidak boleh lupa, dengan kisah-kisah kita. Berangkat sangat pagi hanya untuk mengerjakan PR yang sebenarnya belum mengerjakan, deg-degan ketika ada ulangan dadakan, bisik-bisikan ketika lagi ujian, nyanyi-nyanyi di pojok kelas karena hampir semua laki-laki dikelas kita semuanya musisi dan terngiang lagu Peterpan semua tentang kita dan Walau Habis Terang saat ini, kelas kita yang kebanjiran, yang waktu istirahat anak laki-lakinya suka futsal dan anak permpuanya doyan foto-foto, yang kalo pelajaran olah raga kebanyakan bola futsal selalu dipake anak laki-laki, kelas kita dulu banyak cerita bukan ? Menciptakan lagu bareng-bareng, ngaliwet ke setiap rumah teman sampai salah satu rumah kita papan rumahnya ambruk, juh-jauh berenang di curug ke tempat yang kalian selalu hina karena tempatnya jauh-____- (read : Kampung halamanku), sengaja buat video harlem dan gangnam style ketika Guru gak ada (yang sebetulnya was-was kalo tau-tau guru masuk), motor-motoran ke pantai demi mengekspresikan bahagia kelulusan kita, dan masih begitu super banyaaaak lagi cerita yang aku sendiri merindukanya. Tentunya cinta lokasi karena sekelas pun tidak luput dari cerita di kelas kita.
            Hey, sekarang kita sudah tidak bisa melakukan hal gila dan nakal seperti itu lagi kan ? pasti kalian juga sama sepertiku ingin kembali ke masa SMA. Tidak memikirkan bagaimana susahnya mendapatkan uang, tidak sulit memikirkan bagaimana tugas-tugas yang ada dan yang ada dipikiran kalian hanya “bermain dan bersenang-senang”. Sekarang hidup kita sudah berbeda dengan keadaan kita dua tahun silam, tentunya aku yakin sifat dan sikap pribadi kalian pun mengalami perubahan menjadi lebih dewasa. Semoga kita semua menjadi apa yang kita inginkan, semoga kita bisa menggapai impian-impian kita. Sukses, berbahagia, berkeluarga, dan tetap berjiwa muda. Aaaaa rindu masa-masa ini, rindu kaliaaan.



NB : Kalo REUNI lagi, yang belum datang sempatkan datang dong:’)        

Rahmia Khoerunnisa