#JURNALMIA - BUS CIMAHI

Sekarang ini saya sedang ada di Bus Cimahi - Jatinangor, bus sedang berhenti di sekitar jalan perempatan Cileunyi menuju arah Bandung, jalan Tol, Sumedang, dan Garut/Tasik. Busnya sedang berhenti, namun pada pandangan saya tak ada yang diam

Dibalik kaca, semua orang, kendaraan, keringat, dan terik matahari sore.
Kebanyakan di luar sana banyak bapak-bapak, yang berjualan asongan yang ia tawarkan kepada penumpang. Setiap ada bus berhenti, mereka saling berebut masuk. Yang tak kebagian, kembali lagi memasang muka tanpa ekspresi. Lalu mereka berlari kembali menuju bus yang mau berhenti lagi. 
Menahan lelah dari panas dan terik matahari, menenteng dagangan yang berat yang mereka harap ada orang lapar yg ingin membeli. Walau itu satu atau dua, aku yakin mereka senang. Setidaknya, dia bawa bekal untuk anak istrinya di rumah.

Diujung sana ada seorang bapak-bapak, duduk sambil menenteng daganganya. Dia berkumis, aku senyum sedikit. Mirip Ayahku, punya kumis. Hehee
Dia mengernyitkan alisnya, melihat kesana kemari. Entah ia kelelahan, mencari pembeli, atau mungkinkah dia mengeluh ?

Aku salut, bukan hanya pada si bapak yang duduk itu. Pada semua Ayah di dunia ini, yang rela mencari nafkah dan menghidupi keluarganya dengan cara yg halal. Apapun lelahnya, seberapa panasnya,pahitnya hidup, dan seberapa drum polusi yang ia isap ia tetap bertahan untuk bahagiakan keluarganya. 

Tentunya, aku bukan salut lagi, tapi bangga, sangat bangga, banggaaaaa sekali karena Alloh sudah memberikan sosok Ayah sepertinya padaku. Sosok pekerja keras, tidak pantang menyerah, kuat agamanya, dan selalu berikan yang terbaik untuk istri dan anakanya apalagi untuk adik kecilku sekarang,Khairin. 
Ucapan syukurku mungkin tidak cukup, tapi Allohku sungguh aku berterimakasih atas sosok yg telah menjadi pemimpin keluarga kami. Aku mencintainya, tapi aku malu mengatakanya langsung:')

Tegurlah aku jika aku melakukan kesalahan apalagi membuat sakit orang tuaku, berikan milyaran hikmah, hidayah, dan petunjuk pada setiap langkahku, dekatkan aku pada-Mu sehingga aku bisa menjadi tabungan kedua orangtua di akhirat kelak, semoga aku, mamah, bapak, almarhum kedua adiku, Aulia dan Mulqi, juga sekarang adek kecilku yg sedang luvu-lucunya dapat berkumpul di Surga kelak. Aamiin:')

Aaaaah kenapa jadi berair mata beginiii, sama seperti langit Bandung yang hari ini mendung:')
Sekarang, aku sudah di jalan Tol menuju Cimahi, yaaa sekitaran setengah jalan lagi aku sampai.
Nanti disana ketemu bapak, aku ingin bilang padanya : Bahwa aku berjanji tidak akan mengecewakanya, aku akan jadi anak yang baik, dan aku sungguh sangat mencintai dan menyayanginya. :')

Tapi sayang aku tak berani, aku malu:')
Semoga bapak merasakanya, aku sayang bapak, sayang mamah, sayang ade, sayang keluarga kecil kita. :)

19 Agustus 2015
#JurnalMia
#BUSCIMAHI

Rahmia Khoerunnisa