Prolog 2016



PROLOG
Lama gak ngeblog, cuap-cuap sana sini mengekspresikan isi hati sebebas mungkin. Dibaca Alhamdulillah, gak dibaca gak apa-apa, terbaca terimakasih juga soalnya bisa nambah rating *hehee. Oke sebelumnya kenapa saya lama ampe sebulanya gak nulis blog itu karena pertama aku sedang diterjang penyakit awet yaitu malas, dan yang kedua aku sedang mengalami masa-masa “koma”. Wajarlah mahasiswa pasti sering berada pada posisi dia labil, kemana harus melangkah, apa yang harus dilakukan, bagaimana masa depan, dan bagaimana hobi ini bisa diterima dilingkunganya, dan bagaimana ia tetap menjadi dirinya sendiri. *skip*

Selamat 2016, target taun ini kayanya saya bakalan lebih banyak lagi ngebawel di blog ini karena saya sadar disinilah “saya seharusnya berada”. Bebas, bebas, bebas. Meskipun ya memang pada dasarnya kehidupan kita tidaklah sebebas apa yang di imajinasikan. Curat-coret kali ini mungkin bukan hanya tentang mimpi-mimpi, hasil imajinasi, puisi-puisi amatir, representasi, atau pun pengalaman perjalananku melainkan semuanya. Semua yang saya dengar, saya rasakan, saya lihat, saya tau, dan saya ingin tau. Kembali lagi pada keyakinan bahwa “sebuah tulisan tidak ada yang sia-sia, sebuah tulisan mempunyai sihir, dan sebuah tulisan mengahadirkan keajaiban”
Oke, selamat membaca tulisan-tulisan saya yang terus-terusan lagi belajar ini. Yang mau berkomentar, mengkritik, berpendapat, juga mau berteman saya terima dengan senang hati.

#Jurnalmia
Januari, 2016

Rahmia Khoerunnisa