DIALOG SEMESTA

Sedikit yang menyadari dengan tagaran yang selalu saya sertakan jika saya memposting sebuah foto dengan captionya yang bisa dibilang puitis dan hanya bisa di mengerti oleh sebagian orang atau sedihnya hanya bisa dimengerti ole diri sendiri. #Dialogsemesta hastag yang memang beberapa bulan yang lalu selalu menjadi representasi perasaan yang sedang dialami. Dia adalah isi dari apa hati saya yang ia ingin sampaikan, dia adalah bukti kegalauan hidup yang dituangkan pada beberapa kalimat untuk menyembunyikannya. Dan, tidak dipungkiri, bahwa ia adalah kata yang memberikan saya segudang inspirasi untuk menggapai salah satu impian saya, menulis.

Semua berawal dari percakapan antara saya dengan langit-langit kamar kosan. Ruang kosong dan sunyi. Masih tetap langit kosan kamar rata berwarna putih dengan lampu neon bercahaya ditengahnya, tidak ada perputaran ruang atau pun tersedotnya waktu menjadi berhenti. Bosan, membosankan. Lantas, seketika tidak dengan melayang-layang Albert Einstein berkata "i have no special talents. i am only passionately curious" dan lagi ia berkata "ada yang lebih penting dari sekedar ilmu pengetahuan" dan saya tau jawabnya. Saya tidak mau terus melapuk dikasur kosan dengan memandangi cecak yang sedang berburu nyamuk.

Ya, selamat datang.
Selamat berdialog dengan semesta.

Rahmia Khoerunnisa