PUISI UNTUK BAPA - WAKTU SUBUH

WAKTU SUBUH
Bersamaan dengan merdunya
Panggilan sayup-sayup suara Tuhan
Berpendar, menggema
Mendekap sama-sama

Parau suara: dunianya yang serak
Lembut wajah nan teduh langitnya
Mengelus perlahan
Gadis yang selalu kecil, dimatanya

Ialah dia yang tak peduli
Sekalipun rumput berubah tajam
Atau telaga sebagai keringat
Demi kami, itulah sesungguhnya cinta

Dan aku yang selalu ada
Tak lepas pada baitan do’a
Lirih menguntai dari terdalamnya ketulusan
Itulah yang abadi, untuku, selalu..

20 Juli 2016

Untuk Bapak yang selalu membangunkanku di waktu Subuh..

Rahmia Khoerunnisa