Selamat Ulang Tahun Khairin Zafira

Senin, 21 November 2016
Untuk Khairin yang akan membaca blog ini di tahun 2031.



Terhitung 15 tahun lagi, (Khairin 17 Tahun) mungkin kamu akan baca coretan kecil yang selalu kakak buat di blog ketika kamu lahir atau pun sedang berulang tahun ini. Semoga nanti tanggal 21 November 2031 kamu akan tau kenapa kakak dengan sengaja menulis ucapan ini di blog, karena kakak tau mengucapkan selamat ulang tahun padamu yang baru berumur dua tahun adalah kurang berkesan karena kau belum mengetahui apa makna dari ulang tahun selain dari perayaan kecil dengan kueh tar dengan lilin diatasnya, juga balon warna warni, atau setumpuk kado dari teman-temanmu.
21 November 2016, adalah sekarang tanggal lahirmu dua tahun lalu. Kamu tahu dek, selain memang kamu telah “menggagalkanku” jadi anak tunggal kamu memang “penghasil” sumber kebahagiaan keluarga kami yang baru. Sebuah “penggagalan peranak tunggalan” dari Allah yang begitu sempurna membawa kebahagiaan khususnya aku yang akhirnya merasakan menjadi seorang kakak diusia 19 tahun. Terpaut umur yang cukup jauh banyak sekali orang yang bilang bahwa kamu pantas menjadi anakku. Iya memang, aku tak mengelak banyak teman-teman  bahkan tetangga kita yang usianya di bawah kakak sudah memiliki anak diusianya yang masih muda. Dan kakak rasa, kakak tak mempermasalahkan itu, seperti kamu lahir dan kakak merasakan “zink”. Oh inikah bahagianya punya adik? Beginikah bahagianya lihat perkembangan seorang adik yang semakin hari semakin menggemaskan? Atau beginikah rewelnya mendengar seorang bayi menangis? Percayalah sekali lagi bahwa kamu secara langsung memberikan kesan aku menjadi seorang ibu kedua walau kakak tidak mengurusmu setiap waktu seperti halnya ibu kita.

Banyak orang yang bilang kita mirip *padahal tidak*, karena hanya dua kemiripan kita satu kulit kita dan dua hidung yang pesek. Sisanya berbeda, mamah bilang kamu superaktif, galak, dan itu benar adanya. Terbukti dari ketika kakak sedang menelpon kamu teriak teriak memanggil kakak dengan suaramu yang setengah berteriak dan berserak, atau paling tidak kamu rebut handphone mamah dan kemudian kamu membuangnya berserakan. Jika telpon mati sudah dipastikan bahwa si handpone dilempar atau tak sengaja kau otak-atik. Tingkahmu lainnya yang sedikit menyebalkan tapi lucu adalah ketika kamu ingin sesuatu dan keinginanmu tidak terpenuhi kamu akan guling-guling dilantai sambil menangis, berteriak mamah-mamah, atau melempar sendok piring dan ah pokonya rumah kita seperti angkasa penuh ufo berterbangan.

Hobimu adalah ngemil, dari pagi sampe sore rumah berantakan karena makanan yang berceceran akibat kau kesana kemari tidak ada capek bermain ini itu seperti tidak ada kehabisan ide untuk diam, bahkan tak jarang juga sekarang kamu sudah pintar minta jajan. Mendekati kakak, lalu memegang tangan dan sekuat anak dua tahun menggusur kakaknya untuk pergi ke warung sambil berkata jajan. Sayangnya ketika kau sudah kenyang pasti makanan langsung kau buang begitu saja sambil bilang “bung” (habis).

Waktu ini kau menyukai kucing tapi kau takut padanya, mendengar suara kucing matamu langsung melotot kebingungan mencari sumber suara sambil berkata “emeng/meong”. Ketika si kucing sudah ada kau tak berani mendekat, malah takut dan bersembunyi. Hewan lain yang kau sukai yaitu ikan, seperti tarzan masuk kota ketika kamu melihat ikan di empang. Bilang auk auk (lauk) dengan bibirmu yang manyun.

Film kesukaanmu adalah si Arlo, sampai kakak bosan terus menemani kamu menonton karena dalam satu hari bisa saja film itu diputar 3x, dan itulah satu-satunya jurus supaya kau diam. Liciknya kamu, kamu harus ditemani dan satu sentipun kakak gak boleh jauh dari kamu sehingga dalam setengah putaran film saja kau pasti sudah terlelap tidur dipangkuan kakak. Selain jurus agar kau diam, film Si Arlo atau tepatnya berjudul The Good Dinosaurus itu adalah obat tidurmu yang paling ampuh. Dan iya, entah kenapa ketika melihatmu tertidur dipangkuanku, rasanya damai dan tenang:’) *ahkangen*
Oh iya, kenapa kamu memanggilku kakak, itu karena untuk bayi seusimu huruf vokal a adalah huruf yang paling mudah diucapkan. Kata teteh begitu sulit dan kau lebih mudah berkata kata kakak dibandingkan kata teteh. Kata pertama yang kau ucapkan adalah mamah, bapak, bunga, kakak, abang, dan sisanya banyak sampai semua yang diucapkan pasti kau ikuti.

Sebenarnya banyak sekali pertumbuhan dan perkembangan yang sungguh kakak gak mungkin ceritakan dan tuliskan disini semua, untuk kisah lebih lanjut mungkin nanti akan diteruskan menjadi sebuah cerita pengantar tidur atau cerita berkumpulnya keluarga kita nanti ketika kamu sudah besar dan bertanya “mah aku dulu gimana sih?” semua pertanyaanmu pasti akan berakhir dengan kamu yang menertawakan dirimu sendiri. Hiihi.
***
Sekarang, kakak sedang duduk disebuah kamar kosan kecil di Jatinangor. Sendirian dan sedang rindu kamu, kakak juga sedang skripsian dan kakak yakin mamah sedang mendoakan kakak di rumah, yakin juga bahwa jam segini kamu sudah tertidur lelap tak bisa diganggu.

Maafkan kakak karena belum bisa menemui kembali seperti tahun lalu di hari ulang tahunmu, membuat kueh dengan perayaan kecil dengan lagu-lagu selamat ulang tahun. Tak perlu perayaan, lebih baik kita lakukan dengan “sesuatu”, sebagi sebuah bentuk syukur kita.  Mungkin suatu saat. Tapi kamu harus tau dek, kado terindah selama kamu ulang tahun adalah Allah takdirkan kamu lahir ditengah-tengah orang yang menyayangimu., Allah berikan usia lebih banyak untuk kau bisa mensyukuri nikmatnya. Tidak usah menjadi seorang dokter, guru, pilot, pramugari atau profesi apapun itu yang nanti sebuah kehidupan akan menuntutmu untuk melakukan yang tidak sesuai inginmu. Jadilah seseorang yang hebat dan orang yang bermanfaat dengan caramu sendiri. Semoga kelak kamu tidak melupakan dirimu sendiri, tidak lupa menjadi orang yang bersyukur, dan semoga kamu menjadi orang yang selalu mencintai keluarga dan Tuhanmu.

Sama seperti sejak pada kamu berusia satu detik dalam kandungan, kami keluargamu akan menyayangimu tiada hingga tiada henti.

Selamat ulang tahun, we love you.
21 November 2016

Teteh.
Mia.




P.s: Dek kamu 17 tahun jangan sampe kebawa sama pergaulan yang enggak bener ya, ingat agama sebagai landasan kita hidup. 

Rahmia Khoerunnisa