ABOUT WORK: I'M A BOSS (SUSAHNYA CARI KERJA)

I’M A BOSS

Foto by Google

CARI KERJAAAAAA terus, susah sekali memang bersaing di dunia yang terkadang kejam ini. Huks. Apalagi yang dari jurusan abcdefg, kurang dibutuhkan untuk perusahan abcdefg, perusahaan yang sedang kita tuju melamar kerja yang kadang memang sudah impian berkerja disana atau perusahaan yang kebetulan open kerja semua jurusan dan kita lamar-melamar berharap siapa tau rezeki kita ada disana. Yah “siapa tau rezeki kita ada disana” memang kata-kata mutiara yang selalu kudengar saat aku melakukan lamaran kerja kemana-mana.
Pengalamanku dalam mencari pekerjaan memang belum sebanyak orang-orang yang sudah bekerja saat ini. Tapi, barangkali ada yang membaca tulisanku aku ingin berbagi pengalamanku dalam mencari lamaran kerja selama aku menjadi 2 bulan pengangguran. Untuk fresh graduate sepertiku yang sejujurnya udah kelewat seger karena udah ada yang mau wisuda lagi, memang IPK, jurusan kuliah, dan yang paling penting adalah pengalaman itu perlu diperhatikan. Apalagi dengan SKILL/BAKAT tertentu kamu itu wajib punya dan sangat dibutuhkan oleh perusahan-perusahaan sekarang. Lalu, apakabar dengan aku yang merasa menjadi manusia yang biasa-biasa saja? Masih mending jika orang biasa-biasa saja itu mempunyai keluarga yang memang sudah mempunyai jabatan ditempat pekerjaan yang kita tuju. Itu mudah banget. Sepertinya, tapi itu juga tergantung orang-orangnya juga sih. Hehe
Ibuku pernah bilang “Kalau orang lain bisa bekerja karena punya orang-orang dalam. Mia jangan takut. Singkirkan pemikiran, mudah dapet kerja enak karena punya link “orang dalam”. Singkirkan. Kita jangan takut dan berkecil hati. Walau pun kita tidak punya orang-orang dalam tapi KITA PUNYA ALLAH. Sok, sekarang mereka mau apa. Mia gak usah takut lagi. Berusaha aja terus.” Mamahku memang terdabest.
Menjadi pengangguran memang harus kuat menanggung rasa malu, apalagi bagi lulusan sarjana. Sarjana di bumi ini semakin banyak, eh jangan terlalu kejauhan dibumi. Di Indonesia saja, setiap tahun satu universitas pasti meluluskan beribu-ribu sarja dan setiap tahunnya pasti ada yang membutuhkan pekerja dan pengumuman lowongan kerja itu dibagikan keseluruh indonesia yang mempunyai sekian ribu atau juta pengangguran. Tapi Hebatnya lagi, Allah gak pernah salah dan tertukar dalam memberi rezeki. Pasti selalu ada (*jika rezeki ini kita kaitkan dengan materi), bahkan Ayahku berkata: “Teteh harus optimis, preman saja diberi rezeki sama Allah. Masa Teteh yang mempunyai ilmu, mempunyai niat baik mengamalkan ilmunya tidak diberikan rezeki. Percaya saja sama Allah.”
          Terkadang aku selalu berpikir, apa aku dewasa sebelum waktunya? Di usiaku 21 tahun yang normalnya harus berkuliah menikmati masa remaja akhir (?) harus dihadapkan dengan kerasnya kehidupan. Tapi hal tersebut aku buang jauh-jauh, masih banyak yang belum seberuntung diriku. Meskipun memang terkadang aku belum merasa ingin bekerja jika hal tersebut bukan terjadi karena tuntutan. Aku masih ingin “bermain” mengenali dunia dan makna kehidupan, mengelilingi indonesia, melakukan hal-hal gila dan mewujudkan impian-impian kecilku. Membuat hidupku lebih berwarna dan bermakna. Dikenang dan terkenang. Menjadi gadis yang paling bebas di dunia. Tapiiiii, impian selalu bertolakbelakang dengan kenyataan. Semua tuntutan dan aturan. Hmmm... rasanya ingin langsung menjadi bos. Tidak bekerja untuk orang tapi memperkerjakan orang, membuka lapangan pekerjaan untuk orang-orang. Memakai baju tdiur ketika bekerja, tidak dikekang waktu namun tetap menghasilkan uang. Haha semua juga pasti ingin begitu.

          Semua memang harus dimulai dari NOL. Dari Nol itu yang seperti apa? dan bagaimana memulainya? Hal tersulit yang ingin aku lakukan dan hal yang belum aku temukan jawabannya sampai sekarang. Memulai bagaimana menjadi seorang bos, menjadi seorang gadis yang bebas tanpa berbentur dengan kenyataan atau pun tuntutan. Kalau kamu yakin berusaha, jawaban ini hanyalah masalah waktu.

Jatinangor, 24 April 2017
Rahmia Khoerunnisa

Rahmia Khoerunnisa