ASPIRASI UNTUK DESAKU; KAMPUNG LENGKONG, DESA SINDANGSARI, KECAMATAN CISOMPET, KABUPATEN GARUT

KITA BUTUH SEORANG PEMIMPIN; ASPIRASI UNTUK DESAKU.


Namaku Rahmia Khoerunnisa, biasa dikampungku dipanggil Mia, aku asli lahir di tanah Sunda tepatnya disebuah pinggiran kota Garut di selatan sana. Kp. Batusari, Dusun Lengkong, Desa Sindangsari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut. Itulah nama kampungku. Kampung yang jauh dari sarana dan prasarana (infrastuktur) pemerintah seperti sekolah SMP dan SMA, puskesmas, pasar, apalagi cafe atau pun mal seperti kota-kota besar pada umumnya, dikarenakan rute perjalanan kami yang begitu jauh dan masih sukar dilalui oleh kendaraan umum karena jalanan yang tidak sebagus jalan raya. Hanya batu-batu koral yang tersimpan kuat ditanah, walau pun memang sekarang sudah sedikit diperbaiki dengan jalanan yang menggunakan semen.
Sebelumnya aku pernah menceritakan bagaimana desaku, bagaimana tentang perjuangan dan pendidikan di kampungku saat ini. Namun akan aku ulas kembali karena saat membuat blog ini berada pada momen yang tepat di dkampungku, karena akan ada pemilihan kembali kepala desa. Dan aku sebagai salah satu masyarakatnya, aku ingin membagikan aspirasiku kepala calon pemimpin desaku yang sekarang yang kuharap lebih baik, jujur, adil dan membawa perubahan terhadap desaku terutama tentang akses jalan kampungku menuju perkotaan.
Kita butuh seorang pemimpin. Pemimpin yang bagaimana? Yang jujur, adil, bertanggung jawab, peduli terhadap rakyat, pun tidak semena-mena memakan hak rakyat. Tentu, semua mengharapkan pemimpin begitu. Dan semua yang menginginkan menjadi pemimpin kita pun pasti akan berjanji seperti itu, mengambil hati masyarakat untuk bisa memilihnya. Namun, lewat tulisan ini aku ingin berbagi pandangan dan pemikiranku mengenai apa itu pemimpin yang kita butuhkan dan seperti apa pemimpin yang nanti akan benar-benar menjadi pemimpin yang baik, jujur, dan adil.
Kalau kamu ingin meilihat bagaimana pemimpin yang baik, lihatlah dari keseharian dirinya. Tentunya pemimpin kepala desa berada pada ruang lingkup wilayah yang lebih sempit lagi karena kita berada satu desa dengannya. Dan peluang mengenali bagaimana keseharian, kehidupan, kebiasaan calon pemimpin kita sudah tentu akan tahu karena saya lihat memang orang-orang yang hidup dikampung masih memiliki sifat kekeluargaan yang tinggi dengan para tetangganya. Lihatlah bagaimana dirinya, bagaimana dia selama ini selalu berkontribusi dengan berbagai kegiatan masyarakat. Itu cukup membantu untuk mengetahui bagaimana sifat dan karakter pemimpin kita.
Yang kedua, lihatlah dari dirinya selama melakukan kampanye. Selama saya memperhatikan berbagai pemilu, tidak sedikit orang yang selalu melakukan “money politics” atau disebut dengan jual beli suara yang dilakukan oleh calon pemimpin, membagikan uang kepada masyarakat agar bisa memilih dirinya. Praktik money politics tersebut tentu merupakan sebuah kejahatan dan konsekwensinya apabila ditemukan bukti-bukti terjadinya praktek politik uang akan terjerat undang-undang anti suap.
DAN TOLONGLAH BUKA HATI DAN MATA KALIAN yang apabila membaca tulisan ini dan kebetulan memilih pemimpin karena uang, sungguh itu tidak akan benar. Langsung saja aku berkata bahwa apabila pemimpin tersebut melakukan “penyuapan uang” maka selama kepemimpinannya tidak benar karena ia sudah mengawali usaha dirinya yang ingin mejadi pemimpin dengan tindakan kotor dan tidak benar. Pemilu itu bersifat lubes (langsung, umum, dan bebas) sesuai hati nurani kita. Tidak ada paksaan, tidak ada suapan. Pilihlah calon pemimpin kita yang sesuai dengan hati nurani kita, yang sudah kita yakini akan mampu membawa perubahan desa kita ke arah yang lebih baik, tentunya dengan cara kita mengenali siapa dan bagaimana pemimpin kita.
Cobalah berpikir dan menjadi masyarakat yang pintar, kita tidak harus menukarkan ideologi atau keyakinan kita hanya gara-gara uang puluhan atau ratusan ribu rupiah, sedangkan kedepannya nasib desa kita akan skakmat begitu-begitu saja. Kehidupan warga kita tidak ada perubahan, tidak ada keadilan, dan tidak ada kesejahtraan. Saya rasa masyarakat sekarang pintar memilih mana yang baik dan LEBIH BAIK dijadikan seorang pemimpin.
Yang ketiga, kita butuh pemimpin yang berjiwa muda. Berjiwa muda bukan berarti usianya harus belasan atau dibawah 25 tahun. Tapi, berjiwa muda adalah ia yang memiliki semangat seperti anak muda, bergaul dengan berbagai kalangan dan mengarahkan dan membimbing pemuda-pemudi desa kita ke arah yang lebih positif, karena sebenarnya pemimpin yang seperti inilah yang kita butuhkan. Ir. Soekarnoe pernah berkata “Berikan 1 pemuda untukku maka aku akan mengguncangkan dunia.” Pemuda sekarang perlu dibimbing dengan berbagai pengalaman yang calon pemimpin miliki untuk memajukan sebuah desa. Pemuda adalah generasi bangsa, kemajuan suatu bangsa bahkan daerah ditentukan oleh bagaimana kualitas pemuda-pemudi daerah itu sendiri. Dan saya yakin, apabila pemuda itu dibimbing oleh seseorang yang baik, mereka akan menghasilkan kegiatan-kegiatan yang positif dan berkualitas.
Yang keempat, kita butuh pemimin yang kreatif, inovatif dan membawa perubahan-perubahan baik terhadap desa kita. Bisa memanfaatkan sumberdaya yang ada dengan menciptakan berbagai inovasi-inovasi baru untuk kemajuan desa kita baik itu pada bidang kemasyarakatan terutama pada bidang pendidikan.
Yang kelima, lihat visi dan misi mereka. Lihatlah mana yang serius mana yang hanya janji-janji belaka. Kita tidak butuh seorang pemimpin calon pembual belaka, mengobral janji kepada masyarakat, mengiming-imingi kemajuan dan kesejahtraan untuk rakyat padahal nanti itu hanya akan menjadi kemajuan dan kesejahtraan untuk dirinya sendiri.
Manusia tidak ada yang sempurna, begitu pun dnegan calon pemimpin desa kita nanti. Ia tidak akan luput dari berbagai kekurangan. Akan tetapi, pemimpin desa yang jujur, amanah, bertanggung jawab, adil dan sesuai dengan kriteria apa yang saya sebutkan diatas inshaallah ia akan mampu melayani kita, masyarakat-masyarkatnya.

Jadilah masyarakat yang cerdas, yang tidak bodoh dan terbuai oleh selebaran uang dan janji-janji manis senjata para para pemimpin yang tidak jujur. Kita membutuhkan perubahan, kita membutuhkan kemajuan desa, dan kita membutuhkan pembuktian. 
***
Nb: Untuk siapapun pemimpin desaku kelak. Saya berharap bisa menjalankan amanah dengan baik, berlaku adil dan tidak lupa terhadap masyarakatnya. Bolehkah saya meminta satu hal? Permintaan yang saya yakini ini adalah permintaan yang sama dari masyarakat lainnya. Saya ingin akses jalan dari kampung kita ke perkotaan (Cisompet kota) lebih baik, bukan batu-batu atau tanah-tanah yang sudah tergenangi air yang akan memudahkan kami masyarakat terutama anak-anak sekolah SMP dan SMA melakukan perjalanannya yang cukup jauh. Saya merasakan itu semua, 6 tahun berjalan kaki sejauh +3KM dengan jalanan yang “tidak bagus” membuat kami kelelahan karena tidak adanya sarana transportasi, membuat sepatu-sepatu kami cepat kotor dan rusak akibat jalanan yang tidak semulus jalan raya. Sungguh, kami merindukan sosok pemimpin yang amanah.






***


Terimakasih yang sudah berkenan membaca, tidak berniat menjatuhkan calon-calon pemimpin pilihan masing-masing. Hanya menyampaikan aspirasi seorang warga desa yang merindukan pemimpin amanah dan membuktikan bahwa kebebasan demokrasi itu masih ada dan pasti diterima dengan baik. Maaf apabila terdapat banyak kata-kata yang tidak berkenan.   Terimakasih:)



ket: foto diambil setelah hujan.

Rahmia Khoerunnisa