KELUARLAH DARI ZONA NYAMAN

Sembilu yang dulu
biarlah berlalu
bekerja bersama hati 
kita ini insan bukan seekor sapi
(Zona Nyaman - Fourtwnty)


Foto by google


09.20 malam, lagu Zona Nyaman dari Fourtwnty, pas sekali menjadi soundtrack kegalauan hidup gue saat ini. Galau berskala standar yang disebabkan karena penatnya hidup yang masih gini-gini aja. Hfttt, oke kesannya gue ke jadi manusia kurang bersyukur-,- *bukan gitu, maaf*

Pernah gak sih kalian merasa gereget dengan diri kalian sendiri, ingin keluar dari zona nyaman, dari hidup yang lurus mulus gitu-gitu terus (walau sebenernya gak ada hidup kayak gitu) yang mana tiap bangun pagi kita selalu berada ditempat baru dengan pengalaman baru, entah itu yang baik dan buruk.

Pernah gak sih kalian ingin mengekploitasi diri kalian sendiri, bebas menjadi diri sendiri, tanpa beban hidup, tanpa mengingat "Besok lo harus bangun pagi, besok lo kerja, besok lo kudu cari duit yang gak seberapa, besok lo macet-macetan lagi, udah gitu istirahat sebentar, baru besok mengulang lagi cerita kaya gitu. Gitu aja terus kecuali hari sabtu sama minggu. Bonus buat bisa tidur siang."

Gue pikir, sebenarnya apa yang sedang gue alami ini memang udah keluar dari zona nyaman, buktinya gue masih sedikit menggerutu kalau ada hal-hal yang tidak sesuai ekspektasi gue dalam pekerjaan. Itu bisa dibilang gak nyaman kan? berarti secara gak langsung gue udah ada dalam zona tidak nyaman itu dong. Tapi kalo gitu, apa sih definisi asli dari "keluarlah dari zona nyaman?". Banyak banget segelintir orang yang bilang ke gue "Lo harus keluar dari zona nyaman lo." bahkan diri gue sendiri pun bercita-cita "ingin pergi jauh, keluar dari zona nyaman." 

Bukan ikut-ikutan kaya di film atau terdoktrin oleh lirik lagu, buktinya memang selama ini sampai gue menemukan siapa diri gue sekarang, sampai gue menemukan passion gue apa, gue sukanya gimana, apa yang bikin betah dan bahagia buat gue, gue sadar bahwa sebenarnya gue sedang ada dalam transformasi menuju "keluar dari zona nyaman" itu. 

Gak ada hidup yang instan, mie instan aja perlu dimasak dulu biar dia bisa makan. Sama kaya halnya seperti hidup, kamu gak akan mungkin langsung bisa hidup enak. Tiap hari jalan-jalan dari satu tempat ke tempat lain, explorasi tempat baru, makan-makanan enak, ketemu teman-teman baru. Ah itu mah cuma sebagian bonus. Karena, sebenarnya yang paling nikmat dari quotes andalan "keluarlah dari zona nyaman" itu adalah saat kamu bisa melewati proses transformasi kamu menjadi apa yang kamu inginkan nanti, menikmati setiap kisah pedihnya perjuangan kamu sampai kamu bisa hidup berjalan dengan impian-impian kamu, sampai kamu akhirnya bisa menemukan rasa bangga yang sesungguhnya karena akhirnya kamu bertemu dengan satu titik dimana kamu bisa menjadi diri sendiri dengan passion yang kamu miliki.

Buat kalian yang sedang mengalami kesumpekan dalam hidup sama seperti gue, percaya aja sama diri sendiri. Jangan kasih melorot semangat dan sabarnya (walau emang pasti ada satu titik dimana kita akan berada pada fase ingin menyerah). Jangan takut kita gak bisa menjadi apa yang kita inginkan, kita sekarang lagi proses kok. Cepat atau lambatnya kita keluar dari zona sekarang tergantung usaha kita dan campur tangan Allah. 

Btw, gue jadi pusing sendiri. Jadi sebenarnya keluar dari zona nyaman itu mencari apa sih? mencari kenyamanan hidup? Emang ada? Toh yang namanya hidup gak akan lepas dari masalah dan manusia normal pun gak akan terlepas dari yang namanya mengeluh. 
Jadiiiiii?


Jadi setelah gue mengomel mencurahkan isi hati gue di blog ini, alhasil gue menemukan satu pelajaran baru. Menurut gue:

Keluar dari zona nyaman itu adalah fase dimana kita mencari hal baru yang sesuai dengan passion diri kita sendiri, karena menurut gue kalo kegiatan yang dilakukan pada tempatnya (pada passion diri sendiri) yakin sekeras apapun cobaan dan rintangan menerjang, kamu bakal melakukan semuanya sesuai hati. Bodo amat harus merasakan pahit pedihnya hidup, kalo kamu udah ada pada dunia kamu, kamu pasti bakal melakukannya sesuka hati. Enjoy seenjoy-enjoynya. Dan pastinya, kita yang sekarang ini adalah kita yang sedang berproses untuk keluar dari zona nyaman, usaha mewujudkan impian-impian kita.

Dan satu lagi, hal yang baru gue sadari, bahwasanya diri kita sendiri adalah salah satu manusia yang tepat menjadi pendengar dan pemberi solusi yang terbaik buat omelan-omelan sendiri. Dan saat gue mencurahkan semuanya lewat tulisan, gue sendiri tetiba serasa menjadi bijak, gue berpikir apa yang baiknya gue lakukan. And finally, gue sendiri menemukan jawaban atas apa yang menjadi kegalauan hidup gue saat ini. Coba deh.

Yups, gue dapet lagi satu manfaat menulis. 
"Kamu yang cerita, kamu yang kasih solusi, kamu juga yang dapet pelajaran hidup."


Bandung, 01 September 2017

Rahmia Khoerunnisa