PERGI KE PASAR TRADISIONAL

"Kalau kamu ingin bertemu dengan asli pribumi Indonesia, maka pergilah ke pasar tradisional, naik kereta kelas ekonomi, dan jajan ke para pedagang kaki lima dijalanan."



Itu menurutku. Aku pikir, mereka semua adalah senaturalnya manusia. Orang-orang yang ramah dan masih peduli, orang-orang yang terus mau bekerja keras apapun profesinya, orang-orang yang sedang berusaha menghidupi keluarganya, yang tidak menyerah walau keringat lelah adalah teman sedekat nadi ditiap langkahnya.



  


Pergi ke pasar tradisional, membuatku semakin peka akan lingkungan serta orang-orang. Apalagi jika aku pergi dengan berjalanan kaki dan sendirian. Hanya aku dan suara hatiku yang membicarakan apa yang aku lihat.

Terkadang, puncak gejolaknya hati antara sedih dan terharu saat kamu melihat orang yang sudah tua namun tetap berusaha mencari nafkah untuk keluarganya. Menjadi tukang becak, menjual sapu, atau bahkan ada yang menjadi pengamen. Dan hal yang paling mirisnya lagi adalah saat kamu sendiri gak bisa melakukan apa-apa selain melihat kondisi tersebut. Kamu bingung harus bagaimana, ingin membantu tapi belum mampu.





Kita harus belajar dari mereka, para pekeja yang hidup karena sebuah tempat kecil. Sebuah pasar. Menghidupi banyak orang sederhana yang bagaimana pun kondisi mereka, mereka tetap bersyukur, berikhtiar demi keluarga, dan tetap selalu bekerja seberat apapun pekerjaan itu.
*(Btw, pekerjaan yang sering kamu keluhkan sekarang ini tidak ada apa-apanya dibanding pekerjaan berat yang orang lain lakukan. So, bersyukurlah:)


Bandung, 02 September 2017

Rahmia Khoerunnisa