SIAPKAH KU UNTUK JATUH CINTA LAGI


SIAPKAH KU UNTUK JATUH CINTA LAGI?

Ujian pacaran bertahun-tahun, memang nggak ada kata bosan karena semua keadaan malah seperti semula, kembali pada posisi seperti temenan dengan ikatan dan “tak ada batasan”. Malah seperti sahabat, keluarga, temen, pacar (emang dia kan pacar elu). Pokoknya pacar kamu sekarang yang kamu jalanin hubungan selama bertahun-tahun udah jadi sepaket orang-orang yang kamu butuhin saat ini. Tempat kamu berbagi cerita semua suka duka sampe cerita tergak penting hari kamu, tempat kamu marah-marahin hal yang kamu benci dan mengekspresikan kamu suka, orang yang paling berperan ngasih kebahagiaan sekaligus kesedihan buat diri kamu alias yang suka bikin kamu galau, mewek gara-gara doi membuat hati kamu sakit.

Tapi ngerasa gak sih? Semakin lama pacaran, semakin monoton. Selow melow karena ya emang udah ada tahu hidup masing-masingnya kaya gitu, masalahnya gitu, bicarain juga itu-itu aja. Yang jadi motivasi hanya impian dan tujuan yang sama. Ingin coba benahi biar hubungannya rame, gak normal, gak monoton, gak skak mat gitu-gitu aja, tapi rasanya percuma kalo kamu yang berjuang sendirian (sedang baper).

Tapi, yaaaaah mungkin ini hanya dialami oleh sebagian perempuan saja yang merasa dirinya diperjuangkan mati-matian diawal tapi ujung-ujungnya dikacangin aja seperti biasa. Beruntunglah kalian yang mempunyai pasangan yang bener-bener saling mau bikin hari-harinya saling membahagiakan bersama meskipun dengan hal dan perbuatan kecil sekalipun. Bersyukur, meskipun pacar kamu nggak sekeren si Dilan dengan CBnya, seromantis si Dilan, atau sekaya juragan minyak, yang penting dia udah mau berusaha membuat kamu setiap hari bahagia. Saling membahagiakan satu sama lain, meskipun dengan hal yang kecil. Ah so qyut.

Peribahasa cinta itu buta bener ko. Tidak ada kesetaraan atau pun kelas-kelas dalam cinta. Baik kaya, miskin, ganteng, jelek, pintar, bandel. Si cantik untuk si tampan, yang kaya harus yang kaya, dan yang kaya jangan sampe nikah sama si miskin hanyalah terbentuk dari budaya lingkungan. Buat apa pasangan kamu tajir dan ganteng tapi nyakitin terus? Gak menghargai kamu? Gak memposisikan kamu sebagai satu-satunya perempuan dalam hidupnya? Gak berusaha bahagiain kamu, karena dia takabur punya segalanya, merasa dia bisa lakukan hal semau dia. Salah bung. Perempuan baik untuk laki-laki baik pula. Jangan sampe nanti kamu nyesel dan hidupmu hancur gara-gara entar kamu meninggalkan seorang perempuan baik hanya karena kepalsuan dunia yang kamu miliki saat ini. *btw ko pembahasannya merembet kesana-kemari*

Fokus lagi ke awal judul. Siapkah untuk jatuh cinta lagi? Dengan orang baru atau orang yang saat ini masih bersama kamu. Merasakan lagi debaran pertama kali kamu ingin bertemu dengannya, mencoba berpenampilan semenarik dan secantik mungkin *pacaran lama muka bangun tidur dengan penuh iler pun kayanya udah bodo amat ya*, dan mencoba menjaga sikap agar kamu tidak pernah melakukan kesalahan didepannya, mencoba se-perfect mungkin kamu untuk bisa membuat hari-harinya bahagia.
Buat yang pacaran lama dan pacarannya monoton mungkin itu hanya sejarah yang gak bisa diulang *kecuali nanti kalo dah nikah lebih romantis dari  awal pacaran ke nya* hanya bisa dijadiin nostalgia, bahwa emang kamu ternyata pernah dibuat bahagia dan melayang tinggi karena akhirnya kasmaran sama pasangan kamu sekarang.

Kalian tahu sendirikan, nikmatnya, lucu, lugunya pasangan yang sama-sama saling jatuh cinta. Kalian pasti pernah rasain. Kalian gak kangen? Aku kangen sih. Dan aku kalau ditanya siap atau enggak siap buat jatuh cinta lagi, tentu aku siap. SIAP 86, tapi tetap dengan orang yang lama yang sampai saat ini masih berada disamping kita, nerima sisi jelek dan sifat buruk kita. Yah memperbarui cinta yang usang.

Terus kalo kamu memperbarui cinta kamu sekarang tapi hanya bertepuk sebelah tangan gimana?

Sabar enggak akan ada batasnya buat orang yang kita sayang, tapi kalo seandainya kelak kitanya gak sabar berarti dia bukan orang yang pantas kamu sayang. Karena, Allah gak salah menjodoh-jodohkan umatnya. Intinya, aku siap jatuh cinta lagi, aku siap deg-degan dan senyum-senyum sendiri lagi karena ia yang *semoga* selalu bisa membahagiakanku dengan hal-hal sederhananya.



Siapapun kamu, jodohku yang pasti bakal baca semua postingan blog istrimu ini. KITA SALING BAHAGIAN YA, DAN SEMOGA KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA KITA SELALU DIBERKAHI ALLAH (HAHAAAA! Ko aku jadi berwasiat seperti ini ya) tolong netizen yang membaca jangan buli aku atas keakward-ku diblog ini. Wkwkwk:’)

Rahmia Khoerunnisa