TENTANG MAKNA MAAF DAN MEMAAFKAN



Yang punya rumah adalah penguasa. Kamu benar atau salah, tetap hasilnya kamu salah. Relatif.

Namun, meminta maaf lebih dahulu atas apa yang kamu sadar tidak lakukan kesalahan adalah hati yang berani. Berani mengalahkan ego dalam diri. Meskipun ada rasa banyak kesal (realitas) setidaknya kamu mampu bisa membedakan “menerima kekalahan” atau “menjadi kalah untuk berjiwa seorang pemenang”

Kamu meminta maaf atas kesalahan yang tidak kamu sadari dan bahkan kamu tidak tau apa letak salahmu, secara tak sadar kamu pun memaafkan ia yang berada dalam kesombongan. Biarkan ia yang merasa tinggi yang merasa segalanya bangga dengan kekuasaannya saat ini. Tidak dinyanya, kau lebih memiliki hati yang kaya dari pada dirinya.

(catatan untuk satu hari di bulan februari, tentang nona yang berkuasa yang tidak ingin terusik kesalahannya hanya karena sebuah pertanyaan)

Rahmia Khoerunnisa