30 HARI BERCERITA | 02. HARI SENIN DI AWAL BULAN


SENIN. Rasanya mendengar kata hari itu udah benar-benar bad mood duluan. Sebelumnya wajah berseri karena sudah menikmati hari libur, memanjakan diri, berlibur bersama orang-orang terkasih, atau bahkan ada yang istrahat seharian. Tapi seketika semuanya langsung hilang saat mendengar kata “besok senin” yang artinya kamu harus kembali pada rutinitas yang membosankan, menjadi manusia normal seperti biasa, kembali menjadi robot yang tak kenal hidup demi rupiah.


Jika kita hitung presentasi kebahagiaan kita selama satu minggu, hari terbahagia sepertinya hari sabtu, karena ia lepas dari rutinitas tidak mengingat akan semua pekerjaan dan target tuntutan. Kalau hari minggu kebahagiaan kita sedikit terambil karena setiap sore atau malamnya pasti langsung ingat besok hari senin, kamu kembali lagi pada rutinitas yang membosankan. Apalagi hari senin di awal bulan, memulai kerja dari nol lagi, mencapai target dan tujuan dari bawah lagi. Begitu terus berulang-ulang.

Tapi, ingat tidak ada hari yang jelek, tidak ada hari yang sial, dan tidak ada hari yang menyebalkan. Semua hari adalah sama, menyenangkan menyedihkan itu adalah kembali pada persepsi diri kamu akan memaknai setiap hari peristiwa yang kamu jalani.

Dan tolong jangan benci hari Senin, apalagi kita sebagai umat Islam. Karena, kalian tak boleh lupa bahwa Nabi besar kita yang Agung dilahirkan kedunia itu ada pada hari Senin. Dimana ketika dilahirkannya seluruh semesta, malaikat, bahkan makhluk yang ada berbahagia, akan kelahirannya sebagai pembawa jalan kebenaran, Nabi besar Muhammad SAW.

Rubah sugesti hari seninmu, semua hari sama menyenangkannya seperti hari weekend-weekend kamu.

Semangat senin, semangat Pagi!

SENIN, 02 APRIL 2018

Rahmia Khoerunnisa