30 HARI BERCERITA | 03. HARI DUKA BULAN APRIL



Tangal 03 April 2018 kemarin mungkin adalah salah satu hari paling menyedihkan selama di bulan April ini. Hal tersebut membuatku sampai izin untuk pulang kantor lebih cepat, membuatku tak bisa tidur semalaman, bahkan membuat mata bengkak seperti keduanya disengat lebah.
Untuk detail kejadian dan peristiwa tak akan kujelaskan. Semuanya luka sepertinya secara bersamaan menyerangku saat itu. Dari sana sini, seperti aku tak punya siapa-siapa untuk melawan, untuk berlindung, untuk bisa kembali tenangkan diriku. Rasanya aku tidak punya siapa-siapa untuk berbagi apalagi untuk masalah hidup sebesar ini.
Tapi Allah sangat baik padaku, ditengah kondisiku yang jauh dari keluarga serta sosok yang katanya adalah calon pendamping malah membiarkanku, Ia hadirkan banyak teman yang begitu baik padaku. Walau mereka tak memberi solusi terbaik, walau mereka tidak mengenal secara detail dan rinci siapa dan aslinya bagaimana tentang peristiwa tersebut, setidaknya mereka sudah dengan baiknya mendengarkan semua keluhku, memberikan solusi terbaik mereka, menyabarkanku, berbagi tentang pengalaman hidup mereka yang katanya “kamu gak sendiri mengalami ini, diluar sana ada yang lebih mengerikan dari peristiwamu”, dan itu membuatku untuk lebih bersyukur karena masalah yang kamu hadapi tidak seberat masalah-masalah lain diluaran sana.
Satu hal yang membuatku semakin tersadar, dibalik sekian orang yang menyakitimu tapi ternyata masih kalah besar angka dari banyaknya orang yang menyayangimu dan peduli akan tentangmu. Bersyukurlah, aku tidak sendiri diperantauan ini. Maka berbuat baiklah pada sesama, karena bisa saja orang lain begitu baik padamu adalah balasan dari perbuatan baikmu yang tidak kamu sadari.


Rahmia Khoerunnisa