30 HARI BERCERITA | 07. HATI-HATI ZOMBIE!

PHOTO BY GOOGLE



“Anjing tak akan masuk jika tuan rumah tidak membuka pintu”

Sesak rasanya, seolah mereka tidak pernah menghargai keberadaanku dan tidak menjaga perasaanku sendiri. Ko bisa-bisanya ya begitu? Huks... memang iya aku orangnya gak enakan dan mungkin karena itulah seseorang dengan merasa bebasnya melakukan berbagai hal yang tanpa sadari menyakiti hatiku.


Salah satu temanku berkata “kamu terlalu baik sama orang, walau orang itu baru kenal singkat padamu dan dia membutuhkan pertolongan dengan sedia kamu berusaha untuk membantunya, sehingga ia merasa keenakan dan akhirnya tanpa memikirkan hatimu ia bebas melaju mengganggu kenyamanmu, apalagi hal tersebut sudah mengganggu kisah cintamu sendiri. Aku gak akan kuat kalo ada diposisi kamu”

Ah jujur, pada siapapun kalau sudah dikecewakan aku tidak akan bersimpati kepada orang tersebut. Memang aku akan bersikap biasa tidak menampakan aku sakit hati dengan apa yang dibuatnya, tapi ya itu kurang simpatiku kurang peduli dan bersikap bodo amat tentang dia. Sudah terlalu kecewa, apalagi yang harus diperbaiki.

Tidak maksud bersikap sombong, tidak maksud perhitungan, dan tidak maksud untuk memutuskan silaturahmi, memupuk rasa kebencian. Tidak, hanya diri juga perlu dan ada hak untuk bahagia, jika diusik terus hatimu akan terus terluka sedang ia tak sadari apa yang ia lakukan sudah menyakiti, dan nggak dipungkiri sekarang telah membuat retak sebuah hubungan.

Kalo bisa ditawar hatiku, aku tak ingin bersikap seperti ini, kecewa dan bersikap layaknya anak kecil yang cemburu keterlaluan. Tapi, sayang urusan hati sulit dicerna sulit dipahami. Kalo seseorang melukaimu ia pasti akan peka sendiri, lemes rasanya semua badan bingung mau ngomong apa tiba-tiba aja nangis sendirinya. Dan kalo seseorang melukaimu tapi hatimu biasa saja, sedikit pun pasti hati tak akan pernah merasa tersayat. Duh rasanya ingin punya hati masa bodo terhadap pasangan sendiri.

Dan satu hal yang kupelajari bahwa dijaman sekarang yang serba serbi ini, membantu teman itu baik dan diperbolehkan. Tapi kita harus juga cerna semua situasi. Jika perbantuanmu itu ternyata malah membuat dia keenakan dan tanpa disadari melukai dan merusak hubunganmu (hubungan keluarga, teman dekat, atau kekasih) mending udah deh distop dari pada menjalar kesana kemari, dan membuat hati kamu makin tersakiti.

Membantu teman itu diperbolehkan dan itu baik, tapi jangan sampai membuat diri luka dan kecewa. Karena waktu kedepan tidak akan ada yang tahu bagaimana akhirnya, hati manusia itu susah ditebak.

Sabtu, 07 April 2018

07.11

RK

Rahmia Khoerunnisa