30 HARI BERCERITA | 08. KENCAN KITA DI DAGO PAKAR


Lama rasanya kita sudah tak menemukan waktu mesra kembali setelah banyak spasi pada ruang kita untuk bertemu. Hingga akhirnya, kita yang ternyata kelelahan akan menjalani tanggung jawab kehidupan mencoba untuk menemukan taman bermainnya sendiri, saling melengkapi menemukan tawa dan bahagia untuk hilangkan semua penat setelah beberapa minggu kita berdua hanya berkutat pada kesibukan masing-masing.
Ini adalah salah satu kencan paling berkesanku karena jarang sekali menikmati waktu sore berdua dengan semilir angin sore yang kalo memang dirasa-rasa, anginnya sore Bandung memang sejuk banget tapi cukup juga buat kita menggigil.

Apalagi untuk ukuran sebuah kota, menemukan tempat sepi dengan pohon-pohon tinggi dan pemandangan tenang itu langka dan sangat mahal harganya, tidak bisa gratisan menikmati seperti di desa. hehehee...

Pada satu bangku yang sama, dengan memesan berbagai jenis makanan untuk pelengkap waktu mesra kami, dengannya aku bicara tanpa spasi walau terkadang sama-sama diam untuk merasakan dan menikmati santainya saat itu. 

Salah satunya, tentang masa depan. Masa yang selalu kami ceritakan tiada akhir sampai semua terwujud. Akan semua mimpi-mimpi serta target-target kita berdua ketika kelak kita ditakdirkan Tuhan untuk hidup bersama selamanya.

"Aku ingin punya rumah dengan halaman belakang yang luas, sore harinya bisa menikmati matahari terbenam dengan pemandangan seperti ini. Tiap sore ingin selalu merasakan dinginnya anginnya sore sejuk seperti ini"

"terus ditambah ada kolam renang"

"ngapain pake kolam renang, siapa yang mau renang dengan cuaca sudah dingin begini"

"kan airnya pake air anget" kataku berimajinasi.




Rasanya memang seru membicarakan yang belum tentu, membayangkan semua mimpi-mimpi bersama untuk bisa terwujud.

Aku suka sore waktu itu, aku jatuh cinta pada waktu dimana kita berdua bicara tentang mimpi di masa yang akan datang, aku suka ketika kamu tertawa olehku, dan aku juga suka saat kita bersamaan menertawakan tingkah lucu orang lain.

lama rasanya kita sudah tak begini. kesibukan dan tanggung jawab merenggut perlahan suka kita.

Aku suka hari ini, mesra untuk kita.





Dan, ditempat ini imajinasiku langsung aktif. Aku duduk, berbicara, berkeliling, dengan sorenya anginnya yang teduh.




Rumputnya hijau penuh dengan bunga yang berguguran.



Kebiasaan lamaku yang selalu membawa buku catatan kemana-mana yang sudah lama tidak dilakukan, nggak tau kenapa tetiba sekarang nyelipin buku catatan ditas.





Dan ia sudah tahu kebiasaanku sendiri, bahwa aku suka menulis. Apalagi ditempat seperti ini. Inspirasi mudah datang masuk berseliweran.




Dan btw aku candid foto dia yang hari ini terlihat aura bahagia karena melepas penat dari siklus kehidupan skripsi dan penuh revisi yang membuatnya setres.
Sisi lain dari diriku berkata:
"Seorang pria sedang menjemput Alice In Wonderland yang sedang berpetualang dibawah lubang kelinci dekat pohon yang tumbang".



Hahaa... cukup panjang ternyata 30 Hari berceritaku di tgl 08 April ini. Membahagiakan dan membuatku senang sih. Terimakasih kota Bandung dan anginnya sorenya. Aku nggak akan lupa kencanku hari ini.





Sampai jumpa di 30 Hari Bercerita di hari esok,
salam hangat untuk kamu yang hari ini udah usaha membahagiakan.
Rahmia Khoerunnisa.



Rahmia Khoerunnisa