30 HARI BERCERITA | 16. REVIEW SINGKAT BUKU TERJEMAHAN AL-MAHBUBAT


Suka tergiur dengan buku-buku murah di bazar yang tebal dengan harga yang murah. Kejelian dan kecermatan kita dalam memilah buku memang akan diuji saat itu. Dari melihat judul, sinopsis, sampai cover yang membuta kita tertarik untuk membacanya.

Selama aku membeli buku terjemahan yang mohon maaf tidak best seller internasional, memang satu dua saja yang sukses membekas. Sisanya zonk karena mungkin aku tak sampai memahami struktur kata yang dimaksud sehingga terkesan ambigu, acak-acakan, dan sulit dipahami karena berbelit-belit, atau mungkin saja otakku yang tidak sampai mencernanya.


Salah satu buku terjemahan yang kubaca hari ini adalah buku berjudul Al-Mahbubat (orang-orang tercinta), sekilas aku tertarik dengan cover dan tulisannya yang mengatakan bahwa itu adalah bacaan inspiratif untuk keluarga, ditambah lagi dengan sinopsisnya yang menceritakan seorang ibu. Ekspektasiku berkata wah ini buku bakal membuatku menngis berkaca-kaca, karena sadar diri jika buku yang berkaitan dengan orang tua atau seorang ibu aku pasti akan dibuatnya bercucuran air mata. Hehee

Bagian awal memang masih aku pahami, kata-katanya masih sedikit berstuktur dan sedikit kutangkap ceritanya. Tapi setelah bagian ketiga, aku menyerah karena semakin aku tidak mengerti. Siapa yang berdialog, siapa pelakunya, latarnya dimana aku tak memahami. Semua unsur instrinsiknya tak kutangkap penuh.

Sehingga aku buka-buka buku tersebut secara mengacak, banyak dibagian tengahnya yang mengandung 18+, sontak aku pun kaget karena diluar dugaanku. Mungkin kalau membaca buku aslinya, memang buku ini akan seru, menceritakan sisi lain kehidupan pemain teater atau psk (aku bingung tak terlalu memahami maksud ceritanya).

Padahal buku ini disebutkan sebagai pemenang Nagub Mahfouz Medal For Literature, sudah dipastikan bagus ceritanya. Namun sayang karena bukunya diterjemahkan dengan bahasa yang berbelit-belit (jika di Bahasa Indonesia) sehingga baru bertempur selangkah, kita sudah menyerah.



Rahmia Khoerunnisa