HALO NEPTUNUS; merayakan keramaian sepi hariku.


Kemarin pulang, dengan modal nekat aku berjalan-jalan sendiri. aku rindu pantai. Aku rindu senja. Aku rindu debur merdunya suara ombak, aku rindu bermain dengan buih serta pasir-pasir dilaut, aku rindu berdansa dengan angin laut yang menggebu, aku rindu pulang ke markas, menyapa neptunus...
Adalah salah satu pergi ke pantaiku yang terbaik dimana aku benar-benar bisa menghabiskan waktu berkualitasku seharian disana.
Aku membaca buku disebuah ayunan yang teduh, dipinggir suara debur ombak dengan pemandangan laut yang biru. Atapnya ranting-ranting pohon yang mengering kepanasan dengan langit begitu biru indahnya.

Ku telanjangkan kakiku, biar ia menyentuh pasir yang lembut. Tak lama aku bermain dengan ombak yang mencoba menyentuh mata kakiku dengan buihnya.  Aku dikejar sampai aku terus bolak balik mendekatinya lalu balik kebelakang kembali, lalu maju kembali. Begitu terus berulang-ulang.
Sepanjang pesisir pantai adalah taman bermainku saat itu, semua makhluk yang ada disana tahu aku sedang berusaha membahagiakan diriku sendiri, mereka ikut andil dalam proses kebahagiaanku saat itu.
Aku sengaja tidak kirim surat ke markas, neptunus tahu aku sedang kesepian, aku terluka hidup sendiri ditempat yang penat karena tuntuntan dunia. Ia tahu, tidak tepat pahitnya hidup dan lara cinta dibawa saat aku ingin membuat bebas diriku sendiri, walau hanya sehari.
Aku lupa dengan semuanya. Hari itu hanya ada kebebasanku yang singkat.

Rahmia Khoerunnisa