PEMBALASAN RASA SAKIT; berbahagia.

Sembab air matamu, tak rela ada hati orang pemberi nyawa kehidupanmu dilukai sampai ia pun mengering air matanya. Sampai tidur malamnya terganggu, hingga kurus kerontang karena kata demi kata terucap pedas dilahap habis oleh dirinya.
kamu tahu, ia adalah sosok tersabar dijagat raya ini. Tanpa dipeluk kuat olehmu, ia tahu  caranya bertahan untuk bersabar. Namun, hati lemahmu tak begitu. Ada rasa haru saat melihat semua kerut wajahnya, ada air mata yang berusaha untuk tidak jatuh saat mendengar lirih ucapnya, dan ada naluri diri untuk menguatkan kamu juga dirinya. Menguatkan kalian, yang sama-sama satu. Dilukai oleh perkataan.

Tetap tenang ia berkata, biar kita diam menjadi pemenang. Boleh membalas asal tak melukai tapi dengan bahagiakan diri dan juga tak ada lagi yang mampu merendahkan. Buatlah pembalasan rasa sakit hatimu dengan elegan.
Catatan ditanggal 03 April 2018
Tiga paragraf yang mengisahkan akan kisah yang akan aku ingat selalu. Jadi bahan pelajaran juga cambukan bahwa semua rasa sakit hati harus “dibalas”. Tapi untuk aku, pembalasan semua apapun bentuk luka, harus dibalas dengan cara elegan. Tak perlu melibatkan tangan dan mulut, tak perlu mengotori itu. Kelak, keringat dan usaha serta kegagalan yang berkali-kali akan jadi ganjaran yang setimpal untuk semua rasa sakitmu dihari sekarang.
Semangat, hidup memang kumpulan luka.

Rahmia Khoerunnisa