HARU DI HARI INI; Karena sebuah Doa



Di jalan menuju tempat kerja,
Ada haru di hari ini.




Kembali pada beberapa hari lalu,
Seorang pedagang pinggiran jalan mengagetkanku. Pria berbadan besar, berkumis tipis, dengan otot-ototnya yang kekar, terlihat dari pakaiannya yang santai tanpa lengan.

“eh si eneng” dia teriak padaku, menghentikan jalan kakiku seketika. Aku celingukan, bingung, bertanya dalam diri ia sapa siapa.
“iya sama eneng, sombong yah, ieu emang” katanya menepuk diri sendiri. Aku tetap melongo, kebingungan.

Siapa? Sama sekali aku tidak mengenal dan sama sekali aku belum pernah bercengkrama sebelumnya dengan dia.
Aku tersenyum ketir, tetap kebingungan. Ia menghampiriku, menyuguhkan tangannya. Bersalaman.
“minalaidzin ya neng, baru masuk kerja sekarang?”
“minaaidzin juga pak. Iya baru masuk pak”
Dimulai dari percakapan itu, ketika aku berjalan kaki dan melewati kiosnya aku selalu menyapa ia setiap pagi dan sore. Dengan ciri khasnya yang riang dan penuh semangat ia menyapaku juga.

Dan sampai saat itu, bahkan saat sampai ini aku menulis cerita aku belum tahu nama dan ia siapa.
***
Siang tadi, tanggal 29 Juni 2018 aku memang masuk izin siang karena ada keperluan.
Berjalan kaki menuju kantor ditengah hari memang panas, apalagi untuk cuaca Bandung saat ini yang memang panasnya hampir menyerupai Jakarta.
Menuju melewati kios tersebut, bapak itu mengagetkanku kembali.
“cik atuh neng tong kerang-kerung kitu lempang teh”
“maenya atuh pak kudu ngaseurian ka panon poe” Kataku mulai tidak terlalu kaku pada bapak itu.

Sapa singkat si bapak, mengantarkanku pada sebuah perbincangan yang mengharukan buatku. Aku menceritakan tentang alasanku untuk masuk kerja siang hari ini.
Dia mengangkat tangannya, seperti mengajak tos padaku. Aku sempat ragu untuk menyambut tos tangan itu.
“ya sok ya neng, bapak doain sing lancar, sing gede milikna, cita-citana sing tercapai, semangat yah” katanya lembut sambil menurunkan tangannya yang semula menggenggam  tanganku pelan.

Aku diam tak berkata, haru.
Terimakasih untuk hadiah ini pak, untuk kado yang luar biasa ini.
sebuah do’a dari seseorang bapak pedagang pinggiran jalanan yang sampai saat ini aku belum tahu nama, ia siapa , dan ia mengenalku dari mana.

29 Juni 2018
Jl. Terusan Buah Batu, Bandung.

Rahmia Khoerunnisa