MERUBAH KEBIASAAN, CHANGE YOUR HABITS.


MERUBAH KEBIASAAN, CHANGE YOUR HABITS.

Kembali pada rutinitas, ah membosankan menjalani kehidupan begitu begitu saja. Bangun pagi muka kusut pulang sore muka makin kusut.



“bahagia itu kita yang ciptakan”, rasanya quotes seperti itu sering terdengar baik distatus facebook atau caption instagram.
Yah, memang tidak dipungkiri itu benar adanya. Untuk itu, aku yang mudah jenuh menjalani hari kehidupan monoton mulai sedikit memutar otakku untuk berfikir.

Apa yang harus kulakukan agar aku menemukan sesuatu yang baru? Menemukan pengalaman baru? Suasana baru? Dan menciptakan kebahagiaan sendiri dengan cara murah bahkan gratis, dan tidak mengeluarkan uang. Dan aku akhirnya menemukan jawaban.



Jawabannya adalah; merubah kebiasaan kecil yang sering kita lakukan. Salah satu yang kulakukan pagi ini adalah merubah arah jalan menuju tempat kerjaku. Dari biasanya mengambil jalan kiri melewati jalanan ramai, kini aku mencoba balik arah menuju kanan, melewati komplek rumah dengan jalan yang sepi lenggang walau tiba diakhir melewati rumah padat penduduk dengan gang sempit didalamnya. Tapi aku dapat kejutan.




Kemana pun kita pergi, berkesan atau tidak, bermakna atau tidak, tempatnya meninggalkan cerita atau tidak itu tergantung kepada sudut pandang kita akan memaknai setiap langkah kaki yang kita lakukan, semua tergantung kepada seberapa pekanya kita akan kehidupan disekitar kita.





Jalan-jalan disekitar komplek perumahan indekos sendiri, tinggal beberapa tahun disini baru pertama seenjoy ini menikmati jalan kaki menuju tempat kerja, dan memang ini juga bukan kali pertama aku jalan kaki disekitaran komplek. Hanya saja insting kepekaan  (cielah) sekarang lebih tinggi sehingga hal kecil yang menurutku tempat yang “gemes”  baik pojok tembok atau bunga-bunga yang terkena matahari pagi jadi moodboster buatku. Cantik sekali mereka.







Ditambah lagi, ada banyak orang melakukan aktivitas kesehariannya membuatku menjadi bahan perenungan dan perbandingan atas kehidupanku yang harusnya lebih layak banyak untuk aku syukuri.

Mala memang selalu ada, tapi derita kan tiba waktunya reda. Semua adalah sapa Tuhan agar engkau sadar bahwa dirimu adalah salah satu manusia yang penuh bahagia.

Tiba diakhir, aku melewati gang sempit dengan macam bau didalamnya, aroma bau pesing leih mendominasi jalanan yang memiliki lebar tak lebih dari setengah meter itu, dan panjang jalannya pun hanya sekitar 3 meteran saja, aku tak tahu gang kecil itu akan membawaku kearah mana. Rumah padat pendudukah atau mungkin tempat yang penuh gang-gang lagi yang memusingkan. Tapi ternyata tak lama dari aku mengakhiri gang tersebut aku sampai pada jalanan luas yang menghubungkan ke gang lagi. Dan setelah emngakhiri gang tersebut, taraaaa aku tiba dijalan raya.




Lebih cepat dari yang ku kira ternyata.
Mungkin karena aku menikmati perjalanan itu, sehingga aku merasa jalan cepat yang biasa aku lalui lebih lama jarak tempuhnya dibanding jalan yang kubaru lalui sekarang.
Dan rasanya, aku sudah kecanduan untuk hari ini.
Aku mau pulang lewat jalan itu lagi. Sore ini.

Rubah kebiasaan kecilmu, dan kamu pasti akan dapat perbedaan yang menyenangkan. Perubahan memiliki kejutan. Dan kejutan itu semua terdapat pada sudut pandang kamu memaknainya.


Lokasi : Sekitar Jl. Sekelimus, Batununggal, Bandung Kidul, Bandung.
Waktu : 07.30

Rahmia Khoerunnisa
Bandung, 03 Juli 2018



Rahmia Khoerunnisa