PILIHAN DAN PERBEDAAN




“Mahalnya sebuah harga dari sebuah pilihan dan perbedaan. Tidak semua orang harus sama seirama, tidak semua orang berbeda harus tidak suka”

Satu waktu dan tak sampai setengah hari aku melakukan perubahan kecil yang sedikit “menyimpang” pada norma yang berlaku dalam budaya kita. Norma yang tercipta dari pandangan baik atau buruknya masayarakat.


Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan, pada diriku sendiri:

Apakah memang budaya kita salah satunya memang hobi mencari celah salah orang lain? Mencari kesalahan orang lain sehingga dia merasa dirinya sudah merasa benar dan apa yang kita lakukan itu memang mutlak salah? Apakah memang memperingati orang lain itu benar saat ternyata pilihan yang ia lakukan itu sudah nyaman bagi dirinya? Dari mana datangnya stigma negatif jika apa yang ia lakukan tidak mempengaruhi kepada orang lain? Apakah menegur atau menjudge seseorang akan pilihan perbedaan yang diambil adalah salah satu bentuk rasa sayang untuk mencoba supaya si x yang katanya diposisi “salah” biar bisa menjadi untuk lebih baik?

Aku tau semua jawaban ini bisa dijawab dengan pemahaman agama. Aku tahu bahwa semua jawaban ini bisa dijawab dengan norma budaya kita.

Aku cuma ingin tahu jawabannya jika dijawab dari segi hak yang dimiliki oleh manusia akan haknya bebas berekspresi dengan segala misteri keunikan dan keragaman pemikiran ego mereka.

Tapi dari sederet pertanyaan aku tentunya mendapatkan pemahaman sendiri akan artinya saling menghargai pilihan dan perbedaan yang telah diambil oleh seseorang. Baik buruk apa yang mereka ambil, biarkanlah karena yang menanggung resiko adalah mereka sendiri. Antipati pada hal yang tak merugikanmu dan tak merugikan ia, dan lebih baik bersimpati pada orang yang lebih membutuhkan simpatimu.


Nb: perubahan kecil yang menyimpang adalah saat itu aku memakai celana robek-robek ke tempat umum. Aku duduk dan celana otomatis akan menjadi lebih pendek kalo longgar (?) *hm gimana yah bingung bahasanya* AH! Be your self sajalaaah.



Rahmia Khoerunnisa