Jumat, 21 Agustus 2015

#JURNAL MIA - HOBI

Jika seseorang bertanya bakatmu apa ? Aku tak bisa menjawab. 
Entahah, seni, sastra, teknik, olah raga, atau apa pun itu aku rasa aku benar-benar orang payah karena tidak mempunyai bakat. Kadang memang dalam hati aku ingin seperti mereka, bisa itu ini nenyalurkan hobi dan bakat mereka.

Menyanyi ? Aku suka menyanyi. Dari dulu. Ketika SD aku suka dikirim sebagai perwakilan sekolah untuk lomba menyanyi pupuh sunda. Meskipun tidak menang. Hahaa sampai karoekan paling heboh pun aku lakukan.
Dulu, waktu aku belum ke Bandung. Menyanyi adalah "kedoyananku" di Desa, entah itu menyanyi lagu Islami ketika Maulid Nabi atau pun menyanyi untuk menyumbangkan lagu. Karokean dengan Bapak, karena memang Bapaku punya suara bagus dan pintar memainkan berbagai alat musik. Piano, gitar, biola, dan suling. Sayang, bakat seninya tidak tersalurkan pada anaknya:(
Sebelum Adzan, sholat tarawih atau solat subuh dengan pdnya aku "pupujian" menggunakan spiker mesjid dengan anak-anak kecil lainya. Iyalah, aku yang tertua tapi aku senang berada di sekeliling mereka. :D

Waktu dulu aku pernah bermimpi, ingin tampil menyanyi di depan orang banyak. Makanya dulu aku sempat belajar gitar, walau itu hanya satu lagu. Hahaa sampe ingat lagunya juga. Lagu "Pedih" dari Last Child. Kenapa milih lagu itu ya ?
Karena dulu waktu SMA, masa labil masa galau, menyanyi dan bermain gitar bisa sesikit mengurangi itu semua. Dan aku merasakanya.

Suaraku memang tak sebagus Bapaku atau suara kalian yang merdu. Tapi, menyanyi juga salah satu hobiku. Tapi sayang hobi ini bukan bakatku:')

Menari, waaaah ini juga hobi banget. Dari kecil udah ikutan nari, tapi bukan tari tradiaional. Nah, waktu SMA coba-cobain buat jadi Guru Nari buat acara Agustusan anak-anak di Desaku. Baru ketika kuliah, hobi Menariku sebentar tersalurkan. Menari pertama di kampus itu adalah waktu Syukuran Angkatan jurusanku. Ah, sungguh itu ketagihan. Sampai aku dan teman-teman lainya diajak manggung lagi di Kampus. Namun, setelah semeater baru kami gak menari lagi gara-gara kesibukan kami masing-masing. Dan sampai sekarang, jujur aku rindu menari lagi, rinsu tampil di depan orang banyak lagi. :')

Olah raga ? Aku gak suka olah raga. Aku gak bisa. Hehee tapi kalo olah raga cuma jalan kaki, aku jagonya. Seperti naik gunung ? Yaaa itu hobinya. Bukan setelah kuliah aja. Dari SMA, kalo libur aku sellalu mebgumpulkan teman-teman, menyuruh mereka membawa nasi dengan tas, lalu kita gooo. Berpetualang, jadi bolang. Ke Gunung, curug, ke gua, ke vila di atas gunung, ke kebun teh kita lakukan. Hahaa
Hanya berbekal nasi timbel dan mie goreng doang :'(())))
Baru setelah kuliah, berani naik Gunung eebih tinggi lagi. Meski memang aku jahat karena tidak pernah kasih tau ortu. Tapi aslinya ko, setelah pulang aku selalu telpon mereka kemudian minta maaf dan beri tahu kalo aku habis naik gunung:D

Presenter/Mc ?
Mc ya aku udah biasa suka dipake kalo ada pengajian. Hehee jadi Mc di acara pengajian itu sama dengan jadi Mc ketika presentasi. Deg degan gimana gitu:D
Kalo presenter memang itu salah satu impianku dari SMP, sampe-sampe kalo lagi main pasti buat video dengan awal kata "Halo pemirsa" *gitu aja terus-,-
Sampe sekarang juga pengen, jadi presenter parawisata tapiiii ya itu harus banyak modal super nekat yang kuat :'D
Manjat tebing sih oke oke aja, nah kalo di suruh berenang, pegang ular atau ulat bulu gimanaa :'( :'(

Sosial ? 
Maksudnya yang berbau tentang masyarakat, sosial, dsb iyaaaa itu aku sangat senang. Baksos, belajar sama anak-anak, bermain, bernyanyi bersama aaaah itu aku mau banget. Jika diizinkan aku mau pergi ke pelosok Nusantara nanti buat bersama mereka. Aku tidak peduli dengan kesederhanaan dan keadaan tempat yang ada. Lihat anak-anak kecil yang pilis dan ligobtertawa lepas aja itu aslinya bikin senang:')
Semogaya suatu saat nanti ? 

Sastra ? 
Menulis, membaca. Itu memang hobi tapi bagiku sekaranf itu adalah kebutuhan. Menciptakan sebuah karya, itu seperti anak yang kita lahirkan. Semuanya hanya bisa dirasakan sendiri. Masih banyak yg harus dipelajari, masih banyak yang lebih baik dariku. Ah kta siapa ? Suatu saat nanti aku juga bakal lebih hebat ko dari mereka. ;)

Berorganisasi.
Memang penting, tapi jujur aku terkadang malas rapat. Hahaha

Dilanjut lagi besok yaaa:')

#JurnalMia
#Hobi

Rabu, 19 Agustus 2015

#JURNALMIA - BUS CIMAHI

Sekarang ini saya sedang ada di Bus Cimahi - Jatinangor, bus sedang berhenti di sekitar jalan perempatan Cileunyi menuju arah Bandung, jalan Tol, Sumedang, dan Garut/Tasik. Busnya sedang berhenti, namun pada pandangan saya tak ada yang diam

Dibalik kaca, semua orang, kendaraan, keringat, dan terik matahari sore.
Kebanyakan di luar sana banyak bapak-bapak, yang berjualan asongan yang ia tawarkan kepada penumpang. Setiap ada bus berhenti, mereka saling berebut masuk. Yang tak kebagian, kembali lagi memasang muka tanpa ekspresi. Lalu mereka berlari kembali menuju bus yang mau berhenti lagi. 
Menahan lelah dari panas dan terik matahari, menenteng dagangan yang berat yang mereka harap ada orang lapar yg ingin membeli. Walau itu satu atau dua, aku yakin mereka senang. Setidaknya, dia bawa bekal untuk anak istrinya di rumah.

Diujung sana ada seorang bapak-bapak, duduk sambil menenteng daganganya. Dia berkumis, aku senyum sedikit. Mirip Ayahku, punya kumis. Hehee
Dia mengernyitkan alisnya, melihat kesana kemari. Entah ia kelelahan, mencari pembeli, atau mungkinkah dia mengeluh ?

Aku salut, bukan hanya pada si bapak yang duduk itu. Pada semua Ayah di dunia ini, yang rela mencari nafkah dan menghidupi keluarganya dengan cara yg halal. Apapun lelahnya, seberapa panasnya,pahitnya hidup, dan seberapa drum polusi yang ia isap ia tetap bertahan untuk bahagiakan keluarganya. 

Tentunya, aku bukan salut lagi, tapi bangga, sangat bangga, banggaaaaa sekali karena Alloh sudah memberikan sosok Ayah sepertinya padaku. Sosok pekerja keras, tidak pantang menyerah, kuat agamanya, dan selalu berikan yang terbaik untuk istri dan anakanya apalagi untuk adik kecilku sekarang,Khairin. 
Ucapan syukurku mungkin tidak cukup, tapi Allohku sungguh aku berterimakasih atas sosok yg telah menjadi pemimpin keluarga kami. Aku mencintainya, tapi aku malu mengatakanya langsung:')

Tegurlah aku jika aku melakukan kesalahan apalagi membuat sakit orang tuaku, berikan milyaran hikmah, hidayah, dan petunjuk pada setiap langkahku, dekatkan aku pada-Mu sehingga aku bisa menjadi tabungan kedua orangtua di akhirat kelak, semoga aku, mamah, bapak, almarhum kedua adiku, Aulia dan Mulqi, juga sekarang adek kecilku yg sedang luvu-lucunya dapat berkumpul di Surga kelak. Aamiin:')

Aaaaah kenapa jadi berair mata beginiii, sama seperti langit Bandung yang hari ini mendung:')
Sekarang, aku sudah di jalan Tol menuju Cimahi, yaaa sekitaran setengah jalan lagi aku sampai.
Nanti disana ketemu bapak, aku ingin bilang padanya : Bahwa aku berjanji tidak akan mengecewakanya, aku akan jadi anak yang baik, dan aku sungguh sangat mencintai dan menyayanginya. :')

Tapi sayang aku tak berani, aku malu:')
Semoga bapak merasakanya, aku sayang bapak, sayang mamah, sayang ade, sayang keluarga kecil kita. :)

19 Agustus 2015
#JurnalMia
#BUSCIMAHI

Senin, 17 Agustus 2015

Orangtuaku - Bagian satu

Subuh di Jatinangor, murotal dari leptop dengan suara sayup-sayup orang mengaji dari spiker masjid. Biasanya, di rumah ada suara Ibu mengaji, Bapak yang menarik selimut jika jam segini masih pulas tertidur.

"Banguuuuun?!!!, sudah siang. Anak gadis jangan pemalas" kata Bapaku
"Heum, lima menit lagi paaaak" kataku menarik selimut menutupi kepala.

Bapak diam kemudian beberapa menit ia kembali, menarik selimut dengan tanganya menggedor-gedor pintu atau kaca agar tercipta suara keras.
"Banguuun, bangun, banguuuun" suara keras bapak dengan nadanya yang kadang sering dnyanyikan dan aku baru sadar itu cara lucu bapak untuk membangunkanku.
Dengan mata masih menahan kantuk aku bangun. Terdengar Ibu yang bicara "Solat bageur, ke bobo deui" (solat anak baik, nanti tidur lagi).

:')
Itulah mereka, mereka kedua orang tuaku yang sampai ketika kami semua berkumpul di Surga pun aku akan tetap menyayanginya❤❤

Minggu, 16 Agustus 2015

AKU DAN NOVEL

AKU DAN NOVEL.

Entah sejak kapan kata itu menjadi bagian dari dalam diriku sehingga tak jarang aku terdoktrin isi dari ceritanya. Sebagian yang tak mengerti bahkan selalu berkata bahwa aku terlalu berlebihan menanggapi, terlalu ikut-ikutan dengan apa yang terjadi pada isi novel sehingga banyak sekali orang yang bilang bahwa aku hidup terlalu penuh imajinasi saja. Bahkan seseorang ada yang berkata padaku bahwa aku adalah “bukanlah diriku yang sebenarnya” mungkin alasanya aku terlalu menanggapi semua cerita dari novel tersebut.
Iya, sedikit hati tergores. Tapi, bagaimana pun itu itu adalah sikap peduli padaku yang selalu diperhatikan. Aku tidak mempersalahkanya, setiap orang memiliki penilaian tersendiri terhadap orang lain salah satunya terhadapku. Yang penting aku bahagia dengan caraku sendiri, tidak mewah, tidak harus ini itu itu ini, tidak harus belanja atau menghabiskan uang. Membaca di tempat sunyi pun adalah salah satunya bagiku, aku sudah jelaskan di postingan blog sebelumnya kenapa aku suka membaca. Aku tidak perlu seseorag untuk mengerti dengan cara apa kebahagianku tercipta, aku hanya ingin kalian diam, membiarkan ku sendiri hanyut dalam ceritanya. Itu cukup, kalian kalo mau komentar bilang aku aneh boleh saja, itu hak kalian, asal jangan sampai terdengar olehku. Harus jujur aku tak akan mempermasalahkan.
Kuliah di jurusan sastra, semakin membuatku jatuh cinta dan mengerti seluk beluk dari Novel. Menyukai Sastra memang sudah dari SMA dulu sampai Nilai UNku paling besar adalah pelajaran bahasa (maafbukanriya), membuat novel ketika SMA dulu yang aku tulis tangan dan sampai sekarang belum selesai. Berhenti ditengah jalan, lucu juga setelah aku membaca novel yang tebalnya satu buku sidu itu, melihat jalan ceritanya, tulisan acak-acaknya, dan judulnya yang sekarang menurutku alay banget. Hahaa oh ya bahkan dulu nama akun facebookku sempat ku cantumkan Nick Name “Putri Sunda Suka Sastra” tolong jangan ketawakan :’) *skip
Dari sana aku semakin sadar, semakin tahu dan memahami diriku sendiri bahwa memang aku temukan hobi yang benar-benar adalah bagian dari diriku. Bagaimana cara aku menikmatinya, bagaimana aku ditelan waktu bersamanya, semuanya memang kebebasan yang bagiku tak ada satu pun yang mengerti akan duniaku.

Sekali lagi, aku tak inginkan orang itu. Diamkan aku, dan aku bebas.

IPA TIGA SMAN22

IPA 3 Generasi Pertama SMA 22 Garut

            Rindu SMA, tentu akan selalu begitu apalagi jika aku sudah membuka sebuah buku bersampul Naruto yang memang ia adalah coretan-coretan semua kisah kami ketika SMA. Disana tersimpan sekali tulisan yang menggambarkan kisah selama SMA kami, dari mulai tulisan yang berjudul “My Biodata” yang ditulis dikertas binder bergambar dan berwarna, ditulis nama lengkap sampai makanan,aktris, dan warna favorit, garis-garis hitungan menguap saat pelajaran fisika berlangsung yang selalu saja aku yang jadi juara menguap ketika pelajaran fisika berlangsung, tanggal moment-moment kita, hitungan untuk usia dan tahun menikah pun kita tulis, impian dan cita-cita yang kita akhiri dengan tanda tangan terbaik kita, gambar-gambar abstrak yang katanya itu adalah kita,lirik lagu korea plus terjemahanya, sampai tisu beringus dan tisu habis menangis pun tersimpan di buku binder tebal itu. Tapi, catatan pelajaran pun ada ko, ya walau keselip 2 atau 3 lembar. hehee.. kebanyakan sih percakapan kita yang kita tulis, ketika Guru sedang menerangkan dan saat itu keadaan jenuh dan ngantuk berat terkadang kita suka saling “smsan”, maksud smsan itu kita smsan lewat kertas yang nantinya dikertas itu berisi percakapan kita dalam hati. Dari mulai ngomongin suasana kelas, kapan pulang, kehausan, lapar, pengen istirahat, jajan gehu di warung Bi Umi, sampai ngomongin teman sekelas pun kita tulis. Sstttt -____-
            Ketika aku sedang menolis blog ini, buku yang ku maksud ada disebelahku, tanpa sengaja dan dengan jalanya sendiri ia semakin mengingatkanku pada sahabat-sahabatku yang sekarang sudah memiliki jalan hidupnya masing-masing. Ada yang sama sepertiku, mengejar impianya, ada yang sudah berumah tangga, atau ada juga yang sudah mencari uang. Semua berjalan dengan ketentuan-Nya yang sudah mereka tentukan dengan pilihan-pilihanya sendiri.
HARI ITU, Kamis 27 September 2012.
Ingatkah kalian, kita menulis harapan kita setelah lulus SMA yang kita akhiri dengan kalimat “Lahaula walakuata illabilahi alliyiladzim, Aamiin aamiin aamiin dan aamiin”
Saat itu kita begitu bersemangat menulis impian kita, dan tahukah kalian aku tersenyum (sedikit terharu) ketika aku melihat kertas dengan tulisan yang kumaksud. Dan untuk kesekian kalinya, aku percaya bahwa adanya kekuatan dalam menulis. Ingatkah ? bahwa harapan kita ternyata terwujud, walau tidak semuanya tapi aku yakin kalian yang belum mendapatkan harapan itu akan mendapatkan rencana yang jauh lebih baik yang Allah berikan. Aamiin
            Ahhhh,aku rindu kalian. Sungguh, aku benci jika kita bertemu kalian menjadi menyebalkan dan gengsi untuk berbagi cerita pengalaman kalian. Aku ingin tau kisah kalian semua, perjuangan kalian setelah lulus SMA. Kalian tidak boleh lupa, dengan kisah-kisah kita. Berangkat sangat pagi hanya untuk mengerjakan PR yang sebenarnya belum mengerjakan, deg-degan ketika ada ulangan dadakan, bisik-bisikan ketika lagi ujian, nyanyi-nyanyi di pojok kelas karena hampir semua laki-laki dikelas kita semuanya musisi dan terngiang lagu Peterpan semua tentang kita dan Walau Habis Terang saat ini, kelas kita yang kebanjiran, yang waktu istirahat anak laki-lakinya suka futsal dan anak permpuanya doyan foto-foto, yang kalo pelajaran olah raga kebanyakan bola futsal selalu dipake anak laki-laki, kelas kita dulu banyak cerita bukan ? Menciptakan lagu bareng-bareng, ngaliwet ke setiap rumah teman sampai salah satu rumah kita papan rumahnya ambruk, juh-jauh berenang di curug ke tempat yang kalian selalu hina karena tempatnya jauh-____- (read : Kampung halamanku), sengaja buat video harlem dan gangnam style ketika Guru gak ada (yang sebetulnya was-was kalo tau-tau guru masuk), motor-motoran ke pantai demi mengekspresikan bahagia kelulusan kita, dan masih begitu super banyaaaak lagi cerita yang aku sendiri merindukanya. Tentunya cinta lokasi karena sekelas pun tidak luput dari cerita di kelas kita.
            Hey, sekarang kita sudah tidak bisa melakukan hal gila dan nakal seperti itu lagi kan ? pasti kalian juga sama sepertiku ingin kembali ke masa SMA. Tidak memikirkan bagaimana susahnya mendapatkan uang, tidak sulit memikirkan bagaimana tugas-tugas yang ada dan yang ada dipikiran kalian hanya “bermain dan bersenang-senang”. Sekarang hidup kita sudah berbeda dengan keadaan kita dua tahun silam, tentunya aku yakin sifat dan sikap pribadi kalian pun mengalami perubahan menjadi lebih dewasa. Semoga kita semua menjadi apa yang kita inginkan, semoga kita bisa menggapai impian-impian kita. Sukses, berbahagia, berkeluarga, dan tetap berjiwa muda. Aaaaa rindu masa-masa ini, rindu kaliaaan.



NB : Kalo REUNI lagi, yang belum datang sempatkan datang dong:’)        

August10-16

Beberapa hari yang lalu adalah hari yg begitu menyenangkan.
Dia datang ke rumah. Ah bahagiaaaa, ketika semua berkumpul. Ada Bapak, Mamah,Adek, dan dia. Terimakasih ya❤

Fourteenesweet, ada surprise darinya "No day is complete without a smile of cheese and a love of chocolate".
Mr. Komot-

Satnight, tripledate tidak sengaja bersama sahabat di Car Free Day, Asia Afrika.


Alhamdullilah, Thanks for all Allah.
Happines is simple and Barakallah:))

Sabtu, 08 Agustus 2015

Rindu smp dan sma

Hari ini aku sedang rindu zaman SMP dan SMA. Aahhh rindu sahabat-sahabatku, masa-masaku, rindu semua.
Tenang, tenang, aku akan ceritakan semua nanti pada blog-blogku selanjutnya.

Tenang, dan aku harus tahan menulis karena leptop sedang tidak ada:')
Semuanya akan kuceritakan, masa silamku yang selalu menyenangkan dan penuh tawa bagiku sendiri. Hehee.. aaa rindu kalian sahabatku❤❤

Oh iya di buku ini, catatan ini semua kenangan tersimpan dari mulai biodata kami yg di binder  dari mulai nama sampai makanan favorit, mimpi kami, garis-garis hitungan menguap kami ketika belajar fisika, sampai tisu beringus juga kami simpan. Hahaa jijik ya, tapi tak apalah.
Cerita kami yg unik semua tersimpan dibuku bersampul naruto ini. Dan akan aku kisahkan, pada blog-blogku selanjutnya��