Ulasan Novel Bahasa Indonesia Bagian III

Di ulasan buku kali ini aku akan berbagi tentang sebagian buku-buku yang belum rampung aku baca, dan lalu aku bias selesaikan. Langsung aja ya!

1. Perempuan dan Puisi – Rahmia Khoerunnisa

buku diriku sendiri yang sudah aku pilih dari puisi yang aku tulis sejak tahun 2015-2020. Berisi tentang bagaimana perempuan dan perasaan-perasannya. puisi sederhana tentang keseharian perempuan yang selalu melihat hal-hal kecil di sekitaran. meromantisasi kesunyian, kesepian, kesedihan, hal senang, hal-hal ada di sekitarnya. ku kira aku yang kadang memposisikan diriku sendiri sebagai pembaca, senang membaca buku ini di pagi ketika berjemur atau sore-sore di loteng atas sambil melihat langit magrib. merasa teduh. kebanyakan puisi tahun 2020 berisi tentang pandemi dan juga orang-orang kecil.

2. Misa Arwah – Dea Anugrah

Bagaimana ya rasanya anak filsafat menulis sebuah kumpulan buku puisi. waw tentunya akan banyak tafsir yang diterima. Dalam dan untuk karakter diriku sendiri sulit untuk memahami apa maksudnya. Relate dengan kehidupan, Misa Arwah. Dalam puisinya: pengetahuan ? mengapa manusia ingin bahagia ?

3. Sepotong Senja untuk Pacarku – Seno Gumira

buku yang terlalu sangat “senja”. teduh. merah jingga. romantis. pilu. sunyi. buku yang paling bisa dirasakan. penuh kata-kata puitis dan penuh indah. sangat jago, tentunya seno gumira.

4. kekasihku – joko pinurbo

joko pinurbo, penyair indonesia yang aku suka. tak akan lagi diragukan bagaimana kreatifnya ia menulis puisi.

5. dari timur – MIWF WRITERS

puisi dan cerpen yang bersikan tentang budaya dan adat yang ditulis oleh orang timur dna berlatar di timurnya indonesia.

6. ayat-ayat api – sapardi djoko damono

puisi dari sapardi, tentunya harus menambah koleksi kalian yang sangat mengagumi sosok sapardi.

7. pandora – oka rusmini

puisi yang “tajam” tentang perempuan.

8. pasung jiwa – okky madasari


 

menyukai karya-karya okky madasari, dan tentunya pasung jiwa tidak mengecewan. bercerita tentang seorang pria yang memiliki sisi feminitas lebih banyak pada dirinya. sehingga di budaya kita, hal tersebut dicap sebagai tidak normal.

bagaiman ia menjadi seorang pengamen dan tidak diberlakukan dengan baik karena tidak sesuai dengan norma. diperlakukan layaknya orang gila. di buku ini menamparku tentang apa, siapa, dan keberadaan orang gila dan waria yang bekerja sebagai pengamen. sangat menarik.


 

selain itu di buku ini dijelaskan juga bagaimana realitas bagaiman psk bertahan hidup dengan segala probelmatika kejiwaannya. bagaimana buruh-buruh perempuan yang dipandang “rendah” dan sulitnya menuntut hak buruh. di buku ini aku teringat marsinah, aku teringat banyak perempuan yang di dunia nyata, berakhir dengan penuh pilu. menyakitkannya sebuah kebenaran tidak bias terbalaskan, walau hal itu tidak akan ada apapun balasan yangs etimpal.

9. seribu kunang-kunang di manhattan – Umar Kayam

berisi tentang cerita umar kayam yang sedang berada di new york. buku yang aku kira dia akan menunjukan cerita-cerita lokal.

10. malam terakhir – leila s. chudori

buku yang berisi tentang kaum-kaum borjuis dengan pemikiran yang open minded. yap tidak selamanya kaum borjois itu menyebalkan dan royal. mereka memiliki pemikiran yang menurutku di luar dari budaya tradisional indonesia. dan di sisi lain pemikiran-pemikiran tersebut.

Comments